Home » , » Memilihkan Anak Kursus Harus Sesuai Dengan Karakteristik

Memilihkan Anak Kursus Harus Sesuai Dengan Karakteristik

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 29 April 2017 | 10.48

Kursus yang dapat menggali dan membangkitkan keberanian anak. Misal, berenang, beladiri, dan menyanyi (vocal)
Jika anak ikut kursus yang sesuai dengan minat dan tahap perkembangannya, dapat membantu menggali, mengasah, dan mengoptimalkan bakat serta potensi anak. Hanya saja, Anda harus bijak dalam memilih dan menentukan jenis kursus buah hati Anda. Sesuai dengan karakternya!

Anak penakut: Kursus yang dapat menggali dan membangkitkan keberanian anak. Misal, berenang, beladiri, dan menyanyi (vocal)

Cerewet: Kursus yang dapat meredam kecerewetan anak, yaitu kursus yang mengajarkan kegiatan dengan konsentrasi tinggi atau yang menyalurkan energi dalam bentuk verbal, seperti sepak bola, futsal, beladiri, drama (acting), dan menyanyi.

Pemalu: Berbagai jenis kursus sesuai minat dan bakat anak. Rasa percaya dirinya akan tumbuh menggantikan rasa malunya. Pergaulannya dengan teman dari berbagai usia akan mengasah keterampilan sosial dan emosinya sehingga anak dapat mengatasi rasa malunya.

Percaya diri: Anak yang sudah punya rasa percaya diri cenderung overconfidence atau percaya diri berlebihan. Kursus yang menyediakan kegiatan berkelompok cocok untuk meredam kecenderungan overconfidence. Misalnya futsal, sepak bola dan menari

Aktif: Butuh kursus yang bisa menyalurkan energinya yang berlebihan. Misalnya olah raga dan menari.

Clumpsy (canggung): Untuk mengurangi clumpsy atau canggung pada anak karena koordinasi motorik yang kurang baik, ikutsertakan anak dalam kursus yang mengasah keterampilan motorik halus. Misalnya, yoga atau menari. Kursus ini dapat membantu anak berlatih memusatkan pikiran pada sesuatu dan mengasah koordinasi gerak tubuhnya agar menjadi lebih baik.

Tanda-tanda anak lelah ikut kursus

Perangai anak berubah dari yang semula periang menjadi mudah marah, mudah ngambek, atau cemberut tanpa alasan.

Sering mengantuk karena kurang istirahat.

Nilai pelajarannya turun dan PR-nya sering tidak dikerjakan karena dia kelelahan sepulang mengikuti kursus.

Nafsu makannya tiba-tiba meningkat tajam. Beberapa anak mengatasi masalah emosi dengan makan.

Mengeluh sakit perut, pusing, atau rasa tidak nyaman lainnya tanpa sebab.

Bila sedang menonton TV seolah-olah tidak mau diganggu.

Mengeluh bosan.

Menolak berangkat ke tempat kursus.










sumber : ayah bunda
Share this article :
 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Property - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Tembok Tebing