Home » , , » Indonesia dan Malaysia Perjuangkan Kelapa Sawit di APEC

Indonesia dan Malaysia Perjuangkan Kelapa Sawit di APEC

Written By Dre@ming Post on Minggu, 24 November 2013 | 16.20

 
Pemimpin ekonomi Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima pemimpin ekonomi Malaysia Perdana Menteri Najib Razak (kiri) sebelum 'ABAC Dialogue With Leaders' KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10).
Nusa Dua
 - Indonesia dan Malaysia sepakat untuk bekerja sama dalam mengelola isu kelapa sawit. Pembahasan mengenai hal tersebut tercuat dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Asia-Pasifik (APEC) 2013di Nusa Dua, Bali, Selasa, 8 Oktober 2013.


“Kerja sama dalam mengelola isu kelapa sawit dalam artian terkait penerapan kebijakan non-tariff oleh beberapa negara sehingga sebagai sesama negara penghasil kelapa sawit kita harus banyak bekerja sama,” kata Staf Khusus Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, kepada Tempo, usai pertemuan SBY-Najib.


Menurut Faiza, kedua negara sepakat untuk meluruskan persepsi yang salah tentang kelapa sawit yang disebut-sebut sebagai tidak ramah lingkungan. Untuk meyakinkan dunia, menurut Faiza, disebutkan pula perlunya kerja sama yang erat di antara produsen eksportir kelapa sawit.


Dalam pertemuan bilateral tersebut masalah tenaga kerja Indonesia di Malaysia juga disinggung. Tetapi hanya dalam kerangka perlindungan warga negara. 


“Yang kita inginkan adalah perlindunganTKI agar ditangani dengan baik,” kata Faiza. Sebaliknya, PM Najib meminta Indonesia untuk memaklumi jika ada pendataan TKI ilegal sebagai bagian dari kebijakan pemerintahnya.


Menurut Faiza, pembicaraan khusus yang lebih substantif akan dilakukan kedua kepala negara dalam pertemuan tahunan yang akan digelar pada Desember 2013 mendatang.


Dalam pembukaan pertemuan yang ditayangkan langsung dimedia center selama beberapa menit, PM Najib memuji kesuksesan penyelenggaraan KTT APEC 2013. “Ini merupakan penyelenggaraan KTT APEC tersukses yang pernah ada,” kata Najib.


Selain dari sisi penyelenggaraan, Najib juga mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam menggolkan sejumlah gagasan. Tujuh poin yang disampaikan Yudhoyono dalam pernyataan pers usai KTT APEC 2013 dianggap tepat.


Saat tiba gilirannya berbicara, Presiden Yudhoyono menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Malaysia saat ini dalam keadaan baik. “Sebagai negara tetangga selalu ada isu-isu yang bisa diselesaikan dengan baik, sama seperti dengan negara tetangga yang lain. Itu sudah menjadi tugas masing-masing kepala negara,” kata Yudhoyono.


Indonesia berusaha memasukkan kelapa sawit dan karet sebagai daftar produk ramah lingkungan di APEC. Namun usul itu ditolak anggota APEC dari Eropa dan Amerika Serikat. Mereka menilai kelapa sawit yang jelas-jelas merusak hutan, tak bisa digolongkan sebagai produk ramah lingkungan. 



sumber : tempo
Share this article :
 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Property - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Tembok Tebing